Muslimin Sindangkerta

sukseskan wajib belajar 12 tahun

Archive for the ‘Shalat’ Category

Sunnat Qabliyyah dan Ba’diyyah Jum’at

Posted by musliminsindangkerta pada 3 Desember 2010

Shalat Sunnah Qabliyyah adalah shalat sunnah yang dikerjakan sebelum shalat fardhu. Sementara shalat Sunnah Ba’diyyah dikerjakan setelah shalat fardhu. Karena Shalat Jum’at merupakan shalat fardhu, maka disunnahkan juga melakukan shalat sunnah Qabliyyah dan Ba’diyyah. Ada banyak hadits yang menjelaskan kesunnahan ini. Diantaranya adalah sabda Nabi Muhammad SAW kepada seorang yang datang ke masjid pada saat beliau mau berkhutbah:

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah berkata, Sulayk al-Ghathafani datang (ke mesjid), sementara Rasulullah sedang berkhutbah. Lalu Nabi SAW bertanya, “Apakah kamu sudah shalat sebelumkesini? Sulayk menjawab, Belum. Nabi SAW bersabda, “Shalatlah dua Rakaat dan ringankan saja (jangan membaca surat yang panjang-panjang)”. (Sunan Ibn Majah, 1104)

Menanggapi hadits ini,pakar Hadits al-Syaukani menjelaskan dalam kitab al–Awthar: Baca entri selengkapnya »

Iklan

Posted in Shalat | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Shalat Jum’at dan Beberapa Amalannya

Posted by musliminsindangkerta pada 19 November 2010

Bagi sebagian kalangan, ritual shalat Jum’at yang dilakukan masih menyisakan beberapa persoalan. Setlah shalat Jum’at biasanya diteruskan dengan membaca surat Al-Ikhlas, Surat Al-Falaq dan Surat An-Naas. Ada yang menyatakan perbuatan itu hukumnya tidak sunnah. Bahkan ada sebagian kalngan yang masih beranggapan bahwa shalat Jum’at itu tidak wajib hukumnya. Benarkah anggapan itu?

Menjawab pertanyaan ini, ada baiknya kalau dimulai dari hukum shalat Jum’at itu sendiri. Allah SWT berfirman: Baca entri selengkapnya »

Posted in Shalat | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Shalat ‘Id di Lapangan atau di Mesjid?

Posted by musliminsindangkerta pada 10 September 2010

Pada Hari Raya ‘Idul Fitri ataupun ‘Idul Adhha, semua umat Islam disunnahkan untuk melaksanakan shalat ‘Id (shalat hari raya). Mereka ada yang melaksanakannya di mesjid dan ada pula yang melaksanakannya di lapangan terbuka. Dan masing-masing pihak mengaku bahwa apa yang mereka lakukan adalah yang paling utama. Sebenarnya manakah yang lebih utama?

Sejak awal, Nabi SAW membangun mesjid dimaksudkan sebagai tempat ibadah. Dan juga sebaagai salah satu bentuk syi’ar Islam. Karena itulah semua bentuk perbuatan yang mempunyai makna penghambaan diri pada Allah SWT serta mengandung syi’ar Islam sebaiknya dilaksanakan di mesjid. Karena di dalam mesjid itu berkumpul orang-orang yang menyucikan diri, ber-taqarrub (melakukan pendekatan diri) kepada Allah. sebagaimana firman-Nya:

“sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar taqwa sejak hari pertama adalah lebih berhak kamu bertaqwa didalamnya. Didalamnya ada orang-orang yang senang membersihkan diri. Dan Allah senang kepada orang-orang yang membersihkan diri.” (QS. Al-Taubah. 108) Baca entri selengkapnya »

Posted in Shalat | Dengan kaitkata: , | 1 Comment »

Mengkaji Perbedaan Bilangan Shalat Tarawih

Posted by musliminsindangkerta pada 2 September 2010

Pada Bulan Ramadhan, Ummat Islam disunnahkan melaksanakan shalat Tarawih. Dalam pelaksanaannya di Masyarakat, terdapat perbedaan. khususnya dalam jumlah rakaat. Ada yang mengerjakan 8 rakaat, 20 rakaat, bahkan ada yang 36 rakaat. pertanyaannya, manakah yang lebih utama dan sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah SAW?

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah, rahmat dan maghfirah (ampunan). Oleh sebab itu, Nabi SAW menganjurkan untuk memperbanyak ibadah.

“Diriwayatkan darei Abu Hurairah RA, beliau berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang beribadah pada bulan Ramadhan dengan dilandasi iman dan penuh keikhlasan, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Shahih al-Bukhari, 1768)

Termasuk dalam hal ini adalah melakukan shalat Tarawih sehabis shalat Isya di bulan Ramadhan. Dinamakan Tarawih, karena setiap selesai dua salam (4 rakaat) dianjurkan istirahat sejenak. Tentang Shala Tarawih ini dijelaskan dalam hadits:

“Diriwayatkan dari Siti ‘Aisyah RA, bahwasanya Rasulullah SAW shalat di Masjid, lalu banyak orang shalat bersama beliau. Demikian pada malam berikutnya, beliau shalat dan bertambah banyak orang yang mengikuti beliau shalat. Pada malam ketiga dan keempat, orang-orang berkumpul menunggu beliau, tapi Rasulullah SAW tidak keluar (ke mesjid). Ketika pagi-pagi, beliau bersabda, “Sungguh aku lihat apa yang kalian perbuat tadi malam. tapi, aku tidak keluar karena aku takut kalau shalat itu diwajibkan pada kalian”. Siti ‘Aisyah berkata bahwa hal itu terjadi pada bulan Ramadhan.” (Shahih al-Bukhari) Baca entri selengkapnya »

Posted in Shalat | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

 
%d blogger menyukai ini: