Muslimin Sindangkerta

sukseskan wajib belajar 12 tahun

Archive for Januari, 2010

Tiga RSBI Berdiri di KBB

Posted by musliminsindangkerta pada 23 Januari 2010

PADALARANG,(GM)-
Kabupaten Bandung Barat (KBB) memiliki tiga sekolah rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI), yaitu SMPN 1 Lembang, SMPN 2 Padalarang, dan SMAN Cisarua. SMPN 2 Padalarang merupakan sekolah terakhir yang naik statusnya dari sekolah standar nasional (SSN) menjadi RSBI.

Bupati Bandung Barat, Abubakar mengatakan, SMPN 2 Padalarang merupakan satu dari 130 SMP di Kab. Bandung Barat yang dianggap memenuhi syarat untuk dijadikan RSBI.

“Peningkatan status menjadi RSBI ini selain untuk menjawab tantangan pendidikan, juga guna mengimplementasikan UU No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 50 Ayat 3, di mana pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan, guna dikembangkan menjadi satuan pendidikan bertaraf internasional,” kata Abubakar saat menyosialisasikan RSBI SMPN 2 Padalarang di Padalarang, Kamis (21/1). Baca entri selengkapnya »

Iklan

Posted in seputar pendidikan | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

EMPAT SYARAT SECARA SIMULTAN SEBAGAI SYARAT KELULUSAN

Posted by musliminsindangkerta pada 19 Januari 2010

Jakarta, “Persyaratan lulus yang kita pakai sekarang ini sesuai dengan PP No. 19 Tahun 2005 yaitu seseorang dikatakan lulus kalau dia memenuhi keempat syarat ini”, kata Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Mohammad Nuh, dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI, pada Senin (11/01) kemarin.
Dalam paparannya Mendiknas menjelaskan keempat kriteria yang menjadi persyaratan lulus dari satuan pendidikan, yaitu: Pertama, menyelesaikan seluruh proses pembelajaran disekolah, sebagai contoh apabila ada siswa kelas dua SD, walaupun sangat pintar dan lulus ikut ujian nasional maka dia belum bisa diluluskan karena proses belajarnya belum selesai atau belum terpenuhi. Baca entri selengkapnya »

Posted in seputar pendidikan | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Guru, Pendidik Profesional dalam Mengajar

Posted by musliminsindangkerta pada 16 Januari 2010

Guru, Pendidik Profesional dalam Mengajar
Oleh: WAHYU CATUR WIBOWO, S.SI-Teol.
ADA ungkapan dalam bahasa Jawa, guru iku digugu lan ditiru, yang artinya kurang lebih guru itu ditaati dan diteladani. Seorang guru akan selalu ditaati perkataannya, serta ditiru siswa, apa yang dilakukannya.

Ungkapan ini memiliki makna filosofis yang sangat dalam. Seorang guru tidak hanya menjadi pengajar, yang tugasnya menyampaikan materi pelajaran kepada siswanya. Ia juga tidak sekadar memenuhi administrasi pengajaran, seperti silabus, program satu tahun (prosata), rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) maupun program sertifikasi guru, yang sekarang digalakkan oleh pemerintah. Hal-hal tersebut memang wajib dipenuhi, tetapi itu baru sebagian kecil dari tugas dan tanggung jawab guru sebagai pengajar.

Guru yang hanya terpaku pada pengajaran dan pemenuhan tuntutan administrasinya, belum dapat disebut sebagai guru yang bisa digugu dan ditiru. Profesi guru jangan digunakan untuk mencari nafkah saja tanpa mengedepankan pendidikan. Jika ini yang terjadi, maka profesi guru tidak ada bedanya dengan profesi lain seperti kuli. Ia akan kehilangan jiwa keguruannya, bahkan mengingkari jati dirinya.

Profesi guru seharusnya tidak berhenti pada proses pengajarannya, melainkan terus berlanjut pada proses pendidikannya. Memang benar bahwa guru harus menyampaikan pengajarannya secara profesional. Namun itu belum cukup. Dalam profesionalismenya ada nilai plus yang harus dimiliki oleh seorang guru, yaitu keteladanan, integritas yang tinggi, baik melalui kata maupun tindakan. Ia harus memiliki sikap peduli kepada para siswa, rela meluangkan waktunya untuk membantu mereka yang kesulitan dalam pelajaran maupun dalam mengambil sebuah keputusan. Sebagai seorang yang beragama, guru sebaiknya menyediakan waktu untuk mendoakan para siswanya, terutama mereka yang membutuhkan pertolongan.

Seorang guru tidak sepantasnya menyerah ketika mendapati para siswanya mengalami kemunduran belajar. Ia juga harus bijak dalam menyikapi kenakalan remaja yang muncul. Baginya tidak ada cara lain kecuali ia harus rela bersabar serta tekun memberi bimbingan dan penyuluhan. Ia tidak boleh mengabaikan atau mengecam begitu saja siswa yang terlibat di dalamnya.

Dalam kehidupan masyarakat, seorang guru harus memiliki kesadaran tinggi bahwa dirinya adalah seorang pendidik. Sehingga ia pun dapat memberi teladan dalam berkata dan bertindak di tengah masyarakat di mana ia berada. Kesadaran ini seyogianya masuk dan turut mewarnai seluruh sendi kehidupannya. Dengan demikian, guru itu benar-benar dapat digugu dan ditiru oleh para siswa, rekan kerja serta masyarakat di sekitarnya. Inilah makna guru sebagai pendidik yang sebenarnya, memberi keteladanan melalui kata dan tindakan dalam profesionalismenya.

Begitu banyak tuntutan yang harus dipenuhi seorang guru. Sudah saatnya jika pemerintah memperhatikan kesejahteraan mereka. Sudah sepantasnya pula, jika guru mendapatkan gelar pahlawan, meskipun tanpa tanda jasa. (Penulis, guru PAK SMFK BPK Penabur Bandung)** (sumber: galamedia)

Posted in serba-serbi | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Penggugat UN Siapkan Demo Besar

Posted by musliminsindangkerta pada 16 Januari 2010

Penggugat UN Siapkan Demo Besar
BLK. FACTORY,(GM)-
Para penggugat ujian nasional (UN) mengancam akan melakukan aksi besar-besaran, Minggu (17/1). Sebab Departeman Pendidikan Nasional (Depdiknas) keukeuh menjadikan UN sebagai penentu kelulusan siswa di sekolah.

Hal itu disampaikan koordinator tim penggugat UN, Education Forum (EF), Suparman kepada wartawan, Kamis (14/1) terkait buntunya pertemuan antara EF, Tim Advokasi Korban UN (Tekun), dan Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) dengan wakil Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Fasli Djalal di Jakarta, Rabu (13/1) dari pukul 17.00-19.00 WIB.

Selain dirinya sebagai Ketua FGII, hadir juga Sekjen FGII Iwan Hermawan, Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof. Dr Sudjiarto, Dr. Elin Driana sebagai pemerhati pendidikan, Isnur dari LBH Jakarta, dan beberapa aktivis EF.

Dijelaskan Suparman, Depdiknas tetap bersikukuh manjadikan UN penentu kelulusan dan cara terbaik meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. “Sementara kami tetap pada pendirian kami bahwa UN boleh saja dilaksanakan, tetapi tidak menentukan kelulusan,” ucapnya.

Dengan kondisi itu, pihaknya akan melakukan aksi besar-besaran pada Minggu (17/1) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Aksi itu rencananya melibatkan siswa, mahasiswa, guru, dosen, pakar pendidikan, orangtua siswa, dan LSM. Sementara dari Bandung, para guru, siswa, dan para aktivis pendidikan akan berangkat pagi dengan menggunakan KA Parahyangan pukul 06.00 WIB.

Usulkan rekomendasi

Pada pertemuan itu juga, Suparman mengatakan telah menyampaikan beberapa rekomendasi tentang persyaratan kelulusan kepada Wakil Mendiknas. Antara lain menggunakan penilaian yang diberikan guru dalam bentuk nilai rata-rata siswa. Nilai rata-rata tersebut dapat diambil dari seluruh pelajaran atau beberapa pelajaran yang disepakati bersama, dengan mempertimbangkan bahwa semua sekolah mengajarkan mata pelajaran yang digunakan sebagai syarat kelulusan tersebut.

“Idealnya, nilai rata-rata tersebut dihitung sejak tahun pertama siswa di suatu jenjang pendidikan, agar lebih mencerminkan keseluruhan proses belajar yang dijalani dan memperkaya informasi yang digunakan dalam menentukan kelulusan siswa,” ungkapnya.

Kemudian, lanjutnya, mengombinasikan nilai yang diperolah dari sekolah selama beberapa tahun. Untuk nilai UN mata pelajaran yang bersangkutan dengan diberikan bobot pada setiap komponen sebagaimana dipraktikkan saat ebtanas dulu.

“Jika tidak, menggunakan indeks prestasi kumulatif (IPK) siswa sebagai syarat kelulusan siswa dari suatu jenjang pendidikan dengan standar kelulusan yang ditentukan oleh sekolah. Meski demikian sebelumnya perlu penyesuaian dalam sistem penilaian terlebih dulu,” tuturnya. (B.95/ B.107)** (galamedia)

Posted in serba-serbi | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

NU Diminta Proaktif Selamatkan Konflik PKB – news.okezone.com

Posted by musliminsindangkerta pada 16 Januari 2010

{{desc}}

melaluiNU Diminta Proaktif Selamatkan Konflik PKB – news.okezone.com.

Posted in politik | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

 
%d blogger menyukai ini: