Muslimin Sindangkerta

sukseskan wajib belajar 12 tahun

Sejarah Senar Biola

Posted by musliminsindangkerta pada 7 Desember 2010

Konon, asal mula biola menurut catatan kuno bangsa Aria di India pada 5 ribu tahun yang lalu, Raja Javana dari negara Srilanka, untuk pertama kalinya menciptakan alat musik yang bernama Ravanastron. Kemudian ravanastron menyebar ke Afganistan dan Persia.

Pada awal abad ke satu, semasa zaman kerajaan Da Yueshi di Afganisthan di bentuk, alat musik ini berubah menjadi pipa (alat musik petik dari tiongkok), papan atasnya datar, punggungnya berasal dari kayu utuh yang dipahat cekung, agak halus, nada dan resonansinya agak besar.

Kemudian pada abad ke-16 seiring perkembangannya, alat musik tersebut di pakai di Arab dengan nama Rebec, yang sekarang sering digunakan. Sementara di Indonesia disebutnya Rebab, alat musik gesek yang menggunakan 2-3 senar, dan  fidel alat musik gesek yang menggunakan 5-7 senar.

Untuk pertama kalinya iola ini diperkenalkan di kota Turin, Italia pada tahun 1523. Dan Biola tersebut dipajang dalam bentuk patung atau skulptur yang memiliki arti malaikat kecil bermain Biola di salah satu gereja di Vercelli. biola pertama ini menggunakan tiga senar. Dan sejak tahun 1540, biola ini kemudian mempunyai empat senar dengan bentuk yang tidak terlalu berbeda dengan Biola sekarang. jenis Biola tersebut berasal dari daerah Italia bagian atas.

Tidak heran jika pembuat Biola dari Italia sangatlah terkenal seperti Guarnerius Del Gesu, Antonio Stradivari, Andrea Amati, Nicola Amati, Gasparo Da Salo.

Sementara pembuat biola yang paling terkenal dan telah menjadi maestro dalam pembuatan Biola pada masa itu adalah Stradivarus. Ia mengikuti perubahan bentuk Biola tersebut berdasarkan alasan yang sangat mempengaruhi perkembangan suara Biola dan pengaruh tersebut berasal dari orang rancis bernama Jean.

Seperti pada umumnya, permukaan atas biola dibuat dari kayu spruce sejenis kayu cemara yang dipahat, sehingga memiliki bentuk yang simetris dan diberi dua lubang suara. Sementara untuk leher biola biasanya terbuat dari kayu mapel dan sebagian lagi dibuat dari kayu eboni. untuk busur biola terbuat dari sebatang kayu serta berhelai-helai rambut kuda yang dipasang dari satu ujung tongkat ke ujung lain. Dan rambut yang digunakan untuk busur biola ini biasanya dibuat dari rambut ekor kuda jantan putih.

Sementara untuk senarnya, Biola ini terbuat dari usus domba yang direntangkan, dikeringkan, lalu dipelintir. Yang pada perkembangannya kemudian ditemukan bahwa senar usus ini dapat dibuat dengan cara dicampuri logam. Hingga saat ini, senar modern biola sudah banyak menggunakan baja untingan, baja padat, atau berbagai bahan sintetis lainnya.

(Sumber: Pikiran Rakyat)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: