Muslimin Sindangkerta

sukseskan wajib belajar 12 tahun

Konsep Dasar Lingkungan Hidup

Posted by musliminsindangkerta pada 4 Desember 2010

Menurut UU no. 23 Tahun 1997 Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan bahwa, Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaa, dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Objek kajian lingkungan Hidup manusia dengan lingkungan hidupnya. Lingkungan hidup manusia adalah unsur-unsur yang terdapat dalam lingkungan hidup yang terdiri atas udara, air, tumbuhan tanah, dan hewan. Lingkup lingkungan hidup dapat sempit, misalnya sebuah rumah dengan pekarangannya, atau bisa juga luas mislanya pulau Kalimantan. Lapisan bumi udara dan udara yang ada makhluknya, dapat juga dianggap sebagai suatu lingkungan hidup yang besar, yaitu biosfer. Bahkan tata surya kita dan alam semesta dapat menjadi objek kajian.

Menurut Otto Soemarwoto, sifat lingkungan hidup ditentukan oleh bermacam-macam faktor. Pertama, oleh jenis dan jumlah masing-masing jenis unsur lingkungan hidup tersebut. dengan mudah dapat kita lihat, lingkungan hidup dengan sepuluh orang manusia, seekor anjing, tiga ekor burung perkutut, sebatang pohon kelapa, dan sebuah bukit batu akan berbeda sifatnya dari lingkungan hidup yang sama besarnya tetapi hanya ada seorang manusia, sepuluh ekor anjing, tertutup rimbun dan pohon bambu dan rata tidak berbukit batu. Dalam golongan jenis unsur lingkungan hidup termasuk pula zat kimia.

Kedua, hubungan atau interaksi antara unsur dalam lingkungan hidup itu. Misalnya, dalam suatu ruangan terdapat sepuluh buah kursi, empat buah meja, dan empat buah pot dengan tanaman kuping gajah. Dalam ruangan itu delapan kursi diletakkan sepanjang satu dinding, dengan sebuah meja di muka setiap dua kursi dan sebuah pot di atas masing-masing meja. sifat ruangan berbeda jika dua kursi dengan sebuah meja diletakkan di tengah masing-masing dinding dan sebuah pot di masing-masing sudut.

Ketiga, kelakuan atau kondisi unsur lingkungan hidup. Misalnya, suatu kota yang penduduknya aktif dan bekerja keras merupakan lingkungan hidup yang berbeda dari sebuah kota yang serupa, tetapi penduduknya santai dan malas. Demikian pula dengan suatu daerah dengan lahan yang landai dan subur merupakan lingkungan yang berbeda dari daerah dengan lahan yang berlereng dan tererosi.

Keempat, faktor non-materiil suhu, cahaya, dan kebisingan. Kita dapat dengan mudah nerasakan ini. Suatu lingkungan yang panas, silau, dan bising sangatlah berbeda dengan lingkungan yang sejik, cahaya yang cukup tapi tidak silau, dan tenang.

sumber: Pendidikan Lingkungan Hidup SMA X

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: