Muslimin Sindangkerta

sukseskan wajib belajar 12 tahun

Fardhu Wudhu

Posted by musliminsindangkerta pada 21 November 2010

Dalam kitab Safinah al-Najah disebutkan bahwa fardhu wudhu ada enam, padahal al-Qur’an hanya menjelaskan empat saja. Apakah yang dijadikan landasan dalil hal tersebut?

Ayat al-Qur’an yang menjelaskan tentang wudhu adalah:

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian mau mengerjakan shalat, maka basuhlah wajah dan kedua tangan sampai siku kalian, usaplah kepala kalian dan basuhlah kedua kaki sampai mata kaki kalian.” (QS. Al-Maidah, 6)

Dalam ayat ini, dengan rinci al-Qur’an menjelaskan fardhu-fardhunya wudhu, yaitu membasuh muka, membasuh kedua tangan sampai siku, mengusap sebagian kepala dan membasuh kedua kaki sampai mata kaki. Lalu, para fuqaha menambahkan niat dan tertib sebagai fardhu wudhu.

Tentang niat, para ulama berpedoman pada Hadits Nabi Muhammad SAW.

“Diriwayatkan dari ‘Umar bin Khattab RA, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “sesungguhnya segala amal perbuatan itu bergantung pada niat (maksud) nya ” (Shahih al-Bukhari, 52)

Sedangkan tertib dijadikan sebagai rukun wudhu yang ke enam karena ayat yang menjelaskan tentang wudhu disebutkan secara urut. Demikian pula Nabi Muhammad SAW jika berwudhu selalu melakukannya dengan tertib, yaitu memulai dengan membasuh muka, kedua tangan, mengusap kepala dan membasuh kedua kaki. Sebagaimana yang dijelaskan dalam kitab al-Fiqh al-Manhaji:

“Kalangan Syafi’iyyah berhujjah (berdalil) dengan berbagai hadits Shahih yang diriwayatkan dari beberapa kelompok sahabat tentang cara Nabi SAW berwudhu’. Semuanya mengatakan bahwa Nabi SAW berwudhu secara berurutan (tertib). Padahal jumlah mereka banyak, tempat mereka melihat Nabi berwudhu’ berbeda-beda, mereka sering berselisih pendapat tentang cara Nabi berwudhu’ apakah satu, dua ataukah tiga kali dan sebagainya. Akan tetapi tidak terbukti dengan aneka macam perbedaan itu cara Nabi berwudhu’ dengan tidak tertib. Pekerjaan Nabi SAW itu merupakan penjelasan bagaimana wudhu yang diperintahkan itu. Andaikata meninggalkan tertib itu boleh, niscaya Nabi Muhammad SAW akan meninggalkannya pada satu waktu untuk menjelaskan kebolehannya, sebagaimana beliau pernah meninggalkan mengulang-ulang (basuhan dan usapan) pada waktu-waktu tertentu.’ (Al-Fiqh al-Manhaji, Juz I hal 56)

Hal ini diperkuat oleh sabda Nabi Muhammad SAW:

“Hendaklah kalian memulai (pekerjaan) sesuai dengan apa yang telah dimulai oleh Allah SWT” (Musnad Ahmad bin Hanbal, 14707)

Dari sini menjadi jelas bahwa fardhu wudhu’ ada enam. Empat fardhu dijelaskan dalam al-Qur’an yaitu membasuh muka, membasuh kedua tangan, mengusap kepala dan membasuh kedua kaki, sedangkan dua fardhu yang lain, yakni niat dan tertib ditegaskan dalam Hadits Nabi Muhammad SAW.

semoga bermanfaat

(sumber: Fiqh)

sedikit tambahan: sekarang ini banyak yang berwudhu tapi tidak memperhatikan tata cara berwudhu sesuai dengan yang tertulis dalam QS al-Maidah ayat 6, apalagi pada saat membasuh kedua tangan. kebanyakan pada saat membasuh kedua tangan hanya alakadarnya, seharusnya membasuh kedua tangan harus sampai siku tangan seperti di jelaskan dalam QS al-Maidah ayat 6 diatas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: