Muslimin Sindangkerta

sukseskan wajib belajar 12 tahun

Gempa dan Tsunami

Posted by musliminsindangkerta pada 12 November 2010

Istilah “oeTsunamia” berasal dari kosa kata Jepang “oetsua” yang berarti “gelombang” dan “oenamia” yang berarti “pelabuhan” sehingga secara bebas, “oeTsunamia” diartikan sebagai gelombang laut yang melanda pelabuhan. Bencana Tsunami terbukti menelan banyak korbanmanusia dan harta benda. Contoh, Tsunami di Flores (1992) mengakibatkan meninggalnya lebih dari 2000 manusia, Tsunami di Banyuwangi (1994) menelan korban jiwa 800 orang lebih, dan Tsunami di Aceh yang menyebabkan 300.000 jiwa melayang di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Pantai Timur Afrika. yang terakhir yaitu Tsunami Mentawai (26 Oktober 2010) yang menelan korban jiwa sampai 01 November 2010 lebih dari 400 orang.

Tsunami dapat dideskripsikan sebagai gelombang laut dengan periode panjang yang ditimbulkan oleh suatu gangguan impulsif yang terjadi pada medium laut, akibatnya timbul gaya impulsif yang bersifat sementara (transien). Selain bersifat transien, tsunami juga bersifat nondispersive, artinya kecepatan fase gelombang tidak bergantung pada panjang gelombang. Tsunami mempunyai panjang gelombang yang besar sampai 100 km, lintasan partikel berbentuk elips dengan amplitudo lebih kurang 5 m. Kecepatan rambat gelombang Tsunami di laut dalam mencapai antara 500 m sampai 1.000 km/jam. Kecepatan ini ditentukan dari kedalaman laut dan penjalarannya mencapai ribuan kilometer.

Tsunami ditimbulkan oleh adanya deformasi (perubahan bentuk) pada dasar lautan, terutama perubahan permukaan dasar lautan dalam arah vertikal. Perubahan pada dasar lautan tersebut akan diikuti dengan perubahan permukaan lautan yang mengakibatkan timbulnya penjalaran gelombang air laut secara serentak tersebar ke seluruh penjuru mata angin. Kecepatan rambat penjalaran Tsunami di sumbernya dapat mencapai ratusan hingga ribuan km/jam dan berkurang saat menuju pantai karena kedalaman laut semakin dangkal. Walaupun tinggi gelombang Tsunami di sumbernya kurang dari satu meter, tetapi pada saat menghempas pantai, tinggi gelombang Tsunami dapat mencapai lebih dari 5 meter. hal ini disebabkan berkurangnya kecepatan merambat gelombang Tsunami karena semakin dangkalnya kedalaman laut menuju pantai, tetapi tinggi gelombangnya menjadi lebih besar karena harus sesuai dengan hukum kekekalan energi.

Penelitian menunjukkan bahwa Tsunami dapat timbul bila kondisi tersebut di bawah ini terpenuhi.

1. gempa bumi dengan magnitude lebih besar dari 6.0 SR

2. Gempa Bumi dengan pusat gempa dangkal, kurang dari 33 km

3. Gempa Bumi dengan pola mekanisme dominan adalah sesar naik dan sesar turun

4. Lokasi sesar (rupture area) di lautan yang dalam (kolom air dalam)

(sumber: Pusat Informasi Riset Bencana Alam)

Klasifikasi Gempa

1. Gempa Tektonik, Yaitu yang berkaitan erat dengan pembentukan patahan (fault), sebagai akibat langsung dari tumbukan antar lempeng pembentuk kulit bumi. Gempa ini merupakan gempa yang umumnya berkekuatan lebih dari 5.0 SR

2. Gempa vulkanik, yaitu gempa berkaitan dengan aktivitas gunung api. Gempa ini merupakan gempa mikro sampai menengah, gempa ini umumnya berkekuatan kurang dari 4.0 SR

3. Terban yang muncul akibat longsoran dan merupakan gempa kecil. Kekuatan gempa mungkin sangat kecil sehingga yang muncul tidak terasa, berupa tremor dan hanya terdeteksi oleh seismograf

Apa yang Harus Kita Lakukan?

1. Memahami resiko kita hidup di daerah rawan bencana geologi (gempa, tsunami, gunung api, dan gerakan tanah)

2. Giat memberikan penerangan kepada masyarakat (anggota keluarga, murid, tetangga, dst)

3. Mempersiapkan semua aspek kehidupan untuk menghindari (seperti konstruksi bangunan, sarana prasarana, tata ruang, perlindungan, dsb)

4. Melakukan persiapan diri bila terjadi bencana (seperti latihan berlindung/menghindar)

Apa yang harus kita lakukan ketika terjadi gempa bumi dan Tsunami

Gempa Bumi

1. Bila anda berada diruangan, janganlah panik, berlindunglah di bawah meja atau tempat tidur dan hindari benda-benda yang tinggi seperti lemari dan lainnya atau anda pergi ke kamar mandi

2. Bila anda berada di gedung bertingkat, maka jangan panik, berjalanlah dengan tenang melalui tangga darurat dan jangan pernah memakai lift

3. Bila anda berada di dalam kendaraan, maka berhentilah dan berlindunglah dengan cara berbaring di samping kendaraan anda, apabila anda berada di dekat pohon atau tiang

4. Carilah tempat yang luas seperti lapangan yang jauh dari pohon, tiang listrik, dan lainnya.

Tsunami

Tsunami dikenali lewat:

1. Diawali dengan gempa bumi

2. Air laut tiba-tiba surut

3. Bau garam menyengat

4. Langit tampak berwarna hitam

5. Terjadi ledakan yang dahsyat

Upaya yang harus anda lakukan adalah:

1. Kenalilah daerah sekitar anda

2. Carilah tempat yang lebih tinggi seperti bukit, gedung bertingkat dan lainnya

3. Belarilah dengan tenang menuju daerah yang lebih tinggi

(sumber: ATLAS TEMATIK INDONESIA)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: