Muslimin Sindangkerta

sukseskan wajib belajar 12 tahun

Naql al-Zakah (Pendistribusian Zakat ke daerah lain)

Posted by musliminsindangkerta pada 5 September 2010

Untuk membiasakan siswa mengamalkan ajaran agama Islam, biasanya sekolah-sekolah mengharuskan para siswanya supaya zakat fitrahnya dikumpulkan di sekolah yang dikoordinasi beberapa guru. Kemudian zakat tersebut diberikan di daerah-daerah terpencil. Padahal daerah miskin itu bukan daerah siswa-siswa itu tinggal. Inilah yang sering disebut Naql al-Zakat. Dari sini, lalu timbul masalah. Bagaimana memberikan zakat di luar daerahnya?

….

Tujuan diwajibkannya zakat adalah memakmurkan kehidupan rakyat miskin. Tentunya yang didahulukan adalah tetangga terdekat. Sebab, mereka yang setiap hari berada dalam kesenangan harus bersama dengan yang didera kesedihan dalam satu lingkungan. Kalau kita punya kesibukan, tentu tetanggalah yang pertama kali datang. Jika kita ditimpa kemalangan, pastilah tetangga yang terlebih dahulu menghiburnya. Maka, jika kita diberi kenikmatan seharusnya tetangga pulalah yang pertama kali merasakan. ini sesuai dengan Hadits Nabi Muhammad SAW:

“Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas bahwa Nabi SAW bersabda kepada Mu’adz bin Jabal ketika mengutusnya ke Yaman, “(Wahai Mu’adz) beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah SWT mewajibkan kepada mereka (untuk mengeluarkan) zakat, yang diambil dari orang-orang kaya diantara mereka. Lalu diberikan kepada orang-orang yang fakir di daerah mereka.” (Shahih Bukahri, 1308)

Berdasarkan hadits tersebut, Jumhur ‘Ulama berpendapat bahwa Naql al-Zakat tidak boleh. Akan tetapi, larangan ini tidak bersifat mutlak. Dalam keadaan tertentu, memberikan zakat keluar daerah dapat dibenarkan. Misalnya didaerahnya tidak ada lagi orang-orang yang berhak menerima harta zakat, karena masyarakatnya sudah makmur. Sementara masyarakat didaerah lain lebih membutuhkan. Dalam kitab al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh disebutkan:

“Golongan Syafi’iyah mengatakan bahwa pendapat yang lebih unggul adalah dilarang memindah zakat (ke daerah lain). Dan wajib didistribusikan kepada golongan (yang delapan itu) yang berada dalam daerah zakat itu dikeluarkan. Karena ada hadits Mu’adz terdahulu. Jika golongan itu tidak ada di daerah (wajib zakat) tersebut atau yang ada hanya sebagian dan harta dari zakat itu berlimpah (lebih). Maka pendistriusian zakat itu bisa di pindah ke daerha terdekat dari daerah wajib zakat.” (al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh, Juz II. 892-893)

Jadi zakat itu boleh dipindah ke daerha lain apabila daerah tersebut sudah tidak membutuhkan harta zakat

Sumber: Fiqh Tradisional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: