Muslimin Sindangkerta

sukseskan wajib belajar 12 tahun

Budaya Bersedekah! Sangat dianjurkan…

Posted by musliminsindangkerta pada 5 September 2010

Disebagian masyarakat, ada tradisi saling memberikan makanan. Biasanya diberikan pada hari-hari tertentu. Bagaimanakah sebenarnya dalam agama Islam? Apakah ada anjuran dari Nabi Muhammad SAW.

Memberikan sesuatu kepada orang lain, merupakan perbuatan yang sangat dianjurkan dalam agama Islam, karena didalamnya terdapat manfaat yang sangat besar. Sebagaimana yang dikatakan oleh al-Jurjawi dalam sebuah kitab karya beliau:

“Sesungguhnya hikmat dari disyariatkannya hibah (memberikan sesuatu kepada orang lain) itu sangat besar sekali. Karena dapat menghilangkan sifat dengki dan hasut, serta memupuk rasa cinta kasih dalam hati. Ia juga menunjukkan kemulyaan akhlaq, kesucian anggota badan, sifat yang luhur, keutamaan serta kemulyaan yang sangat agung.” (Hikmah al-Tasyri wa Falsafatuh, 124)

Sejalan dengan ungkapan al-Jurjawi tersebut, dalam kitab faidh al-Qadir, al-Manawi mengatakan:

“Barang siapa yang murah tangan memberikan makanan kepada orang lain, Maka Allah SWT akan membalas pemberian itu. Dan siapa saja yang kikir, maka Allah SWT akan kikir kepadanya.” (Faidh al-Qadir, Juz III hal 272)

Termasuk dalam hal yang sangat dianjurkan ini adalah tradisi yang berlaku di masyarakat Islam Indonesia tersebut. Dimana mereka saling memberikan Shodaqoh berupa makanan yang siap saji, berupa nasi, bubur, kue dan semacamnya. Disamping itu, secara umum, tradisi itu mengamalkan beberapa anjuran Nabi Muhammad SAW. Rasul SAW menganjurkan umatnya untuyk memberikan makanan kepada orang lain. Misalnya anjuran Rasul SAW memperbanyak kuah ketika kita membuat makanan, agar dapat diberikan kepada tetangga sekitar. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah Hadits Nabi SAW:

“Dari Abu Dzarr RA ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Jika kamu memasak kuah, maka perbanyaklah airnya, dan bagi-bagikanlah kepada tetanggamu” (Shahih Muslim, 4785)

Perbuatan ini juga merupakan kebiasaan para tabi’in. Mereka senantiasa memberikan hadiah (berupa makanan atau lainnya) kepada sahabatnya, walaupun orang yang diberi itu bukanlah orang yang serba kekurangan.

“Syaikh kami al-Arif al-Sya’rawi mengatakan bahwa para tabiin memiliki keboasaan memberikan hadiah kepada saudara-saudaranya. Mereka berkata, “Kami tahu bahwa engkau tidak membutuhkan benda yang kami berikan ini. Tapi kami memberikannya kepadamu agar kamu tahu bahwa kami masih peduli dan menganggapmu sahabat.” (Faidh al-Qadir, juz III hal 272)

Dapat disimpulakn bahwa tradisi saling memberikan makanan atau lainnya sangat dianjurkan. Sebab memiliki manfaat yang sangat besar. diantaranya untuk mengokohkan tali silaturahmi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: