Muslimin Sindangkerta

sukseskan wajib belajar 12 tahun

Qadha Shaum Untuk Orang Mati

Posted by musliminsindangkerta pada 2 September 2010

Ibadah shaum merupakan kewajiban yang dibebankan oleh Allah SWT kepada seluruh umat Islam. Orang-orang yang telah memenuhi syarat, wajib melaksanakannya. Jika pada suatu saat orang tersebut tidak berpuasa, baik karena ada udzur ataupun tidak, ia berkewajiban mengganti puasa yang ditinggal tersebut pada hari lain. Persoalannya adalah, bagaimanakah jika orang itu tidak mengganti puasanya sampai ia meninggal dunia? Bolehkah keluarga atau kearabatnya menggantikan puasanya itu?

Ada beberapa kemungkinan orang yang meninggal dunia dan belum mengganti puasanya.

pertama. orang tersebut meninggalkan ppuasanya karena udzur, kemudian ia meninggal sebelum sempat mengganti puasanya. misalnya tidak ada  waktu untuk mengqadha puasanya. Seperti orang yang meninggal dunia pada pertengahan puasa atau pada saat hari raya. Bisa juga karena sakit yang ia derita tak kunjung sembuh hingga ajal menjemputnya.

kedua. tidak berpuasa karena ada udzur, tetapi orang tersebut mempunyai kesempatan mengqadha puasanya, namun ia tidak mengganti puasa yang ditinggalkannya itu baik karena malas atau karena hal lainnya.

ketiga. Orang tersebut tidak berpuasa tanpa ada alasan yang dibenarkan kemudian ia meninggal dunia sebelum mengganti puasanya itu.

Pada contoh pertama, orang tersebut tidak punya kewajiban untuk mengganti puasanya. sebab ia tidak berbuat lalai atau meremehkan masalah agama.

pada contoh yang kedua, orang tersebut mati dengan meninggalkan hutang puasa. tentang puasa yang ditinggalkannya, maka ada beberapa pilihan yang dapat dilakukan oleh ahli waris, atau familinya. Diantaranya adalah memberikan makanan kepada fakir miskin atau mengqadha puasanya. Hukum ini juga berlaku pula pada kemungkinan yang ketiga, sama saja ia memiliki kesemmpatan utnuk mengganti puasanya atau tidak. Sbagaimana yang dikemukakan Syaikh Nawawi al-Bantani dalam Nihayah al-Zain:

“Orang mati dan meninggalkan hutang puasa Ramadhan, Nadzar, ataupun puasa kafarat, sedangkan ia belum sempat menggantinya, seperti sakit yang ia derita terus berkepanjangan dan sedikit harapan untuk sembuh, atau ia terus melakukan perjalanan mubah (perjalanan yang tidak untuk maksiat) sampai ia mati. Maka orang itu tidak perlu mengganti puasa yang ditinggalkannya, baik dengan puasa atau dengan membayar fidyah (makanan pokok). sebab ia tidak lalai. Tapi jika ia sengaja tidak berpuasa (tanpa sebab yang dibenarkan) kemudian orang tersebut mati, baik sebelum sempat atau tela punya waktu untuk mengganti puasanya. Atau orang itu tidak berpuasa karena ada alasan yang dibenarkan, kemudian meninggal setelah ia memiliki kesempatan untuk mengqadha puasanya, (dalam kedua masalah ini) wali atau keluarga si mayyit harus memberikan satu mud makanan pokok daerah itu, setiap satu hari. Makanan itu diambilkan dari tirkah (harta penibnggalan) si mayyit (dan diberikan kepada fakir miskin).Apabila orang tersebut tidak memiliki harta, maka wali tidak wajib berpuasa atau membayar fidyah yang diambil dari hartanya sendiri, tapi (perbuatan itu) sununnahkan kepada si wali. sesuai dengan hadits Nabi SAW, “Barang siapa yang mati, sedangkan ia punya tanggungan puasa, maka walinya boleh berpuasa untuknya.” (Nihayah al-Zain, 192)

Ketentuan ini sesuai dengan sabda Nabi SAW:

“Dari Ibnu Umar ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa mati dan dia mempunyai kewajiban berpuasa, maka hendaklah setiap hari (ahli warisnya) memberikan makan kepaadda fakir miskin.” (Sunan Ibn Majah, 1747)

Sedangkan pilihan kedua sesuai dengan sabda Nabi SAW:

“dari Ibnu Buraidah, ia berkata “Seorang perempuan mendatangi Rasulullah SAW lalu bertanya, “sesungguhnya ibuku telah meninggal dunia, sedangkan ia punya hutang puasa. Apakah boleh saya berpuasa untuknya? “Rasul menjawab, “Boleh”. (Sunan Ibn Majah, 1749)

Inilah beberapa pilihan apabila ada keluarga kita yang meninggal dunia dengan membawa hutang puasa. Yakni dengan mengqadha puasanya atau dengan membayar fidyah.

(Wallahu ‘Alam)

sumber: Fiqh Tradisional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: