Muslimin Sindangkerta

sukseskan wajib belajar 12 tahun

Lailah al-Qadr

Posted by musliminsindangkerta pada 1 September 2010

Pada malam bulan Ramadhan, Umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal yang baik. Karena pada waktu itu terdapat satu malam yang sangat mulia. Malam yang melebihi seribu bulan. Satu malam dimana ibadah yang dilakukan oleh seorang hamba pahalanya akan dilipatgandakan berpuluh-puluh, atau bahkan beratus-ratus kali lipat. Lailatul Qadr, demikianlah nama malam itu. Tidak heran, semua orang berlomba-lomba untuk mendapatkannya. Apakah sebenarnya  Lailatul Qadr, itu? Apa saja keistimewaan yang terdapat didalamnya? Kapan terjadi dan apakah ada tanda-tanda kemunculannya?

untuk menjawab pertanyaan di atas, kita pahami dulu ayat ALLAH SWT yang artinya:

1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan [1].
2. dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu?
3. malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
4. pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
5. malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar. (Al-Qadr: 1-5)

[1] Malam kemuliaan dikenal dalam bahasa Indonesia dengan malam Lailatul Qadr Yaitu suatu malam yang penuh kemuliaan, kebesaran, karena pada malam itu permulaan turunnya Al Quran.

Lailatul Qadr, merupakan malam lebih utama dari seribu bulan. Oleh sebab itu, Kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam itu. Rasulullah SAW bersabda:

“Dari Abi Hurairah, dari Nabi Muhammad SAW, “Siapa saja yang menghidupkan  Lailatul Qadr (dengan ibadah) dilandasi Iman dan Ikhlas murni karena Allah, maka dosa-dosanya yang terdahulu akan diampuni. Dan barang siapa yang melaksanakan puasa Ramadhan penuh dengan keimanan dan pengharapann pada Allah SWT, maka akan diampuni semua dosa-dosanya yang telah lalu” (Shahih Bukhari: 1768)

Inilah janji Nabi SAW kepada umatnya yang beribadah dengan keimanan yang mantap dan keikhlasan yang murni di malam  Lailatul Qadr. Dosa-dosanya akan dilebur yang telah lalu.

Mengenai waktu terjadinya  Lailatul Qadr itu, Imam Nawawi mengatakan:

“(satu masalah) Menurut pendapat yang masyhur  dalam madzhab kami, bahwa sesungguhnya  Lailatul Qadr itu hanya ada pada sepuluh hari yang terakhir dari bulan Ramadhan. (ada pendapat yang mengatakan) bahwa terjadinya  Lailatul Qadr tidak berpindah-pindah. Setiap tahun hanya terjadi pada malam itu. Namun menurut pendapat mutakhir (yang terpilih) malam  Lailatul Qadr dapat berpindah. Karena itu dalam satu tahun dapat terjadi di suatu malam, dan pada tahun berikutnya terjadi pada malam yang lain. Namun perpindahan itu tidak akan melewati wepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (Fatawi al-Imam al-Nawawi, 102)

Ada beberapa alasan mengapa malam itu ddisebut  Lailatul Qadr . Ibn Rusyd, seorang filosof muslim terkenal menyebutkan dalam sebuah karyanya:

“Allah SWT menyebutnya dengan  Lailatul Qadr karena pada malam itu semua ketentuan dan ketetapan yang akan dijalani oleh manusia untuk tahun itu diputuskan, baik berupa rizki, ajal, dan yang lainnya. Ketentuan ini berlaku hingga  Lailatul Qadr tahun mendatang. Imam Mujahid berkata, (semua urusan itu ditentukan) kecuali kesedihan dan kebahagian. Hal ini dibuktikan dengan firman Allah SWT (QS al-Dukhon) “Pada malam itu semua perkara yang baik dibagikan pada manusia” (Muqaddimah Ibn Rusyd, Juz I, hal 195)

Sedangkan tanda-tanda kehadiran  Lailatul Qadr serta bagaimana seseorang dapat mengetahui kedatangannya, Ibn Taimiyyah menjelaskan:

“Diriwayatkan bahwa diantara tanda-tanda turunnya  Lailatul Qadr adalah bahwa malam itu adalah malam yang terang dan bercahaya. Tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Terkadang Allah SWT memberitahukan pada sebagaian manusia pada waktu ia tidur ataupun ketika ia terjaga sehinngga seorang hamba dapat melihat sendiri cahaya  Lailatul Qadr itu. Terkadang ada orang yang memberi kabar kepadanya bahwa saat itu adalah  Lailatul Qadr. Dan kadang kala Allah SWT membuka hatinya untuk melihat langsung hakikat  Lailatul Qadr yang sebenarnya” (Fatawi al-Kabir, Juz 2, hal 476)

Dapat disimpulkan bahwa Lailatul Qadr merupakan salah satu karunia Allah SWT yang diberikan kepada umat Islam pada bulan Ramadhan. Allah SWT menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi siapa saja yang menghiasi malam tersebut dengan beribadah kepada-Nya. Namun Allah SWT merahasiakan waktunya agar umat Islam lebih giat dan berlom-loma untuk mendapatkannya.

(Wallahu ‘Alam)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: