Muslimin Sindangkerta

sukseskan wajib belajar 12 tahun

Perhatian Al-Qur’an Terhadap Ilmu Pengetahuan, Ulama, dan Prestasi Ilmiah

Posted by musliminsindangkerta pada 27 Agustus 2010

Al-Qur’an banyak berisi ayat yang menunjukkan ketinggian ilmu pengetahuan dan ulama. Karena ilmu pengetahuan meruapakan dasar bagi pemahaman yang benar atas akidah Islam, syariahnya dan bagaimana menerapkannya.

Setiap kali seseoarang yang berpengetahuan men-tadabburi Al-Qur’an, maka imannya akan bertambah kuat, Allah membukakan horison ilmu pengetahuan yang bergna baginya, dan ia menjadi pioner dalam bidangnya.

Sebagai pemuliaan terhadap ilmu pengetahuan, maka ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah ayat yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan. Allah SWT berfirman:

1. bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (Al-Alaq, 1-5)

Allah SWT juga bersumpah dengan salah satu perangkat keilmuan yang paling penting. Allah SWT berfirman:

1. Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis,
2. berkat nikmat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila.
3. dan Sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya.
4. dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (Al-Qalam, 1-4)

Banyak ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang ulama dan kedudukan mereka di sisi Allah SWT. Diantaranya adalah firman ALLAH Swt.,

(apakah kamu Hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (az-Zumar, 9)

Firman Allah SWT.,

Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (al-Mujadilah, 11)

Dan ulama-ulama dinilai sebagai orang yang paling mengetahui, memahami, dan beriman terhadap apa yang diturunkan oleh Allah SWT, juga orang yang paling mampu untuk menyebarkan dakwah-Nya. dalam maslah ini Allah ber firman.

dan orang-orang yang diberi ilmu (ahli Kitab) berpendapat bahwa wahyu yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu Itulah yang benar dan menunjuki (manusia) kepada jalan Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. (Saba, 6)

Dia-lah yang menurunkan Al kitab (Al Quran) kepada kamu. di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat[183], Itulah pokok-pokok isi Al qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat[184]. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, Maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya, Padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal. (al-Imran, 7)

[183] Ayat yang muhkamaat ialah ayat-ayat yang terang dan tegas maksudnya, dapat dipahami dengan mudah.

[184] Termasuk dalam pengertian ayat-ayat mutasyaabihaat: ayat-ayat yang mengandung beberapa pengertian dan tidak dapat ditentukan arti mana yang dimaksud kecuali sesudah diselidiki secara mendalam; atau ayat-ayat yang pengertiannya hanya Allah yang mengetahui seperti ayat-ayat yang berhubungan dengan yang ghaib-ghaib misalnya ayat-ayat yang mengenai hari kiamat, surga, neraka dan lain-lain.

dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu. (al-Ankabut, 43)

dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama[1258]. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (Faathir, 28)

[1258] Yang dimaksud dengan ulama dalam ayat ini ialah orang-orang yang mengetahui kebesaran dan kekuasaan Allah.

Allah SWT, memerintahkan kepada manusia sevara umum, dan para ulama secara khusus, untuk meneliti ciptaan Allah di dunia ini, sehingga mereka makin bertambah keyakinannya terhadap kekuasaan Allah. Allah SWT berfirman:

Katakanlah: “Berjalanlah di (muka) bumi, Maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi[1147]. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Al-Ankabut, 20)

[1147] Maksudnya: Allah membangkitkan manusia sesudah mati kelak di akhirat

Secara umum, Al-Qur’an mendorong manusia untuk mencari ilmu dan menambahnya. karena ilmu pengetahuan tidk ada batasnya. Allah SWT berfirman

Maka Maha Tinggi Allah raja yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu[946], dan Katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” (Thaahaa, 114)

[946] Maksudnya: Nabi Muhammad s.a.w. dilarang oleh Allah menirukan bacaan Jibril a.s. kalimat demi kalimat, sebelum Jibril a.s. selesai membacakannya, agar dapat Nabi Muhammad s.a.w. menghafal dan memahami betul-betul ayat yang diturunkan itu.


Maka mulailah Yusuf (memeriksa) karung-karung mereka sebelum (memeriksa) karung saudaranya sendiri, kemudian Dia mengeluarkan piala raja itu dari karung saudaranya. Demikianlah Kami atur untuk (mencapai maksud) Yusuf. Tiadalah patut Yusuf menghukum saudaranya menurut undang-undang Raja, kecuali Allah menghendaki-Nya. Kami tinggikan derajat orang yang Kami kehendaki; dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi yang Maha mengetahui. (Yusuf, 76)

dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu Termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”. (al-Israa, 85)

Al-Qur;an banyak mengandung mukjizat ilmiah dalam banyak bidang, seperti kedokteran, astronomi, matematika, geografi, tata cara interaksi sosial, pertanian, geologi, dan sejenisnya, yang sebagian telah diungkapkan oleh ilmu pengetahuan modern. Dan sebagian lagi masih menjadi misteri, yang hanay diketahui oleh Allah SWT. Barangkali puncak-puncak keilmuan yang menjadi misteri tersebut akan membuat terperangah orang-orang kafir, dan menguatkan iman orang-orang yang beriman di antara ayat-ayat tersebut adalah firman Allah SWT.

12. dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.

13. kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).

14. kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik. (Al-Mu’minuun, 12-14)

5. Maka hendaklah manusia memperhatikan dari Apakah Dia diciptakan?

6. Dia diciptakan dari air yang dipancarkan,

7. yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan. (ath-Thariq, 5-7)

Tapi kita tidak boleh melihat Al-Qur’an sebagai ilmu pengetahuan atau budaya, karena Ia lebih tinggi dari semua itu. Ia adalah Kitab ALLAH SWT yang menjelaskan, menyeluruh, dan sempuyrna, yang dikatakan oelh ALLAH SWT seperti firman berikut:

89. (dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. dan Kami turunkan kepadamu Al kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. (An-Nahl, 89)

Karena Kitab ini mengandng perkara-perkara general, mendasar, dan kaidah-kaidah umum. Sementara membiarkan maslah perincian dan prosedural menjadi garapan Sunnah nabi dan ijtihad Ulama di seluruh masa dan tempat.

Apakah para ulama menyadari kedudukan mereka di sisi ALLAH SWT, dan panggilan dari ALLAH SWT kepada mereka agar menggunakan ilmu yang telah ALLAH SWT berikan kepada mereka untuk mengangkat kedudukan mereka di sisi ALLAH SWT. dan membantu mereka untuk melaksanakan ketaatan kepada-Nya dan menambah keyakinan mereka. Apakah mereka menyadarai bahwa ilmu yang bermanfaat ini jika diniatkan untuk mendapat keridhaan ALLAH SWT, niscaya ilmu ini akan menjadi sedekah jariah bagi mereka setelah mereka meninggal.

seperti hadits Nabi… “Mencari ilmu itu wajib bagi muslim laki-laki dan perempuan“… Semoga kita terus menerus mencari ilmu dan mengamalkannya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: