Muslimin Sindangkerta

sukseskan wajib belajar 12 tahun

Kembali Kepada Allah

Posted by musliminsindangkerta pada 18 Agustus 2010

Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “sesungguhnya di waktu pagi dan senja Allah Ta’ala memandang wajah orang tua dan menyeru: Hai hamba-Ku, sungguh umurmu sudah tua, kulitmu telah tipis, tulangmu sudah rapuh, ajalmu sudah dekat, dan kau hampir datang kepada-Ku. Oleh karena itu, hendaklah engkau malu kepada-Ku! Kalau kau malu, maka Aku pun malu kepada yang tua itu untuk Ku siksa dalam neraka.”

Hikayat:

Sahabat Ali pernah berangkat tergesa-gesa, hendak berjama’ah subuh bersama Rasulullah SAW. tetapi di perjalanan ia bertemu dengan seorang lelaki yang amat tua, berjalan memakai tongkat dan membawa lentera.

Sahabat Ali terpaksa tak mau mendahuluinya sebagai ungkapan rasa hormat kepada orang tua itu. Lama sekali Ali berjalan di belakangnya, sehingga matahari hampir terbit. Setibanya di mesjid, orang tua itu tidak masuk kedalamnya. Dengan demikian Ali mengerti kalau orang tua itu beragama nasrani.

Kemudian Ali masuk ke dalam Mesjid dan menjumpai Rasulullah SAW dalam keadaan masih ruku. Disini Rasulullah memanjangkan rukunya sama dengan dua kali ruku, sehingga Ali masih sempat mengikuti Shalat Berjamaah.

Ya Rasulullah, kenapa engkau memanjangkan ruku dalam shalat tadi? tanya Ali setelah selesai Shalat.

Ketika aku ruku dan membaca Shubhaana Robiyal ‘Adzimi, sebagaimana yang niasa ku baca, dan saat aku hendak mengangkat kepalaku aku telah didahului oleh malaikat Jibril yang datang menekan punggungku. Setelah ia pergi, barulah aku bisa mengangkat kepalaku” jawab Rasulullah SAW.

Kenapa hal itu ia lakukan?” tanya seorang yang lain.

Entahlah, Tak kutanyakan maksudnya.” Jawab Rasulullah.

Kemudian Jibril datang lagi dan berkata, “Hai Muhammad, sesungguhnya Ali berjalan tergesa-gesa hendak mengikuti Shalat berjama’ah. tapi di jalan ia bertemu dengan seorang lelaki yang amat tua. Dia tak tahu kalau orang tua itu Nasrani. maka terpaksa ia tak mau mendahuluinya, sebagai ungkapan rasa hormat kepadanya.”

Karena itulah Allah menyuruhku untuk memegangmu ketika ruku, sehingga Ali bisa ikut shalat berjama’ah besamamu. hal ini kukira belum begitu mengherankan. Yang lebih mengherankan lagi, pada waktu itu Allah menyuruh malaikat Mikail untuk memegang matahari, supaya jangan terbit dahulu. Ini semua adalah demi kepentingan Ali, karena dia menghormati orang yang lebih tua, yang ia sendiri tak tahu kalau orang itu beragama Nasrani

5 Tanggapan to “Kembali Kepada Allah”

  1. This is a extremely interesting post, thank you for sharing! There are numerous blogs on this topic but this 1 states exactly what I believe as well.

  2. This is really a very cool blog, thanks a lot for this! I’ve read a great deal about this topic within the past and I agree with you.

  3. reviews said

    Nice blog , thanks for the post!

  4. This is really a very fascinating post, thank you for sharing! You will find many blogs on this topic but this one states precisely what I believe also.

  5. Thanks for taking the time to discuss this, I feel strongly about it and love learning more on this topic. If possible, as you gain expertise, would you mind updating your blog with more information? It is extremely helpful for me.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: