Muslimin Sindangkerta

sukseskan wajib belajar 12 tahun

I. ASAL MANUSIA DAN PROSES TERBENTUKNYA JANIN

Posted by musliminsindangkerta pada 25 Juli 2010

Manusia diciptakan oleh Allah dari saripati tanah, kemudian tanah tersebut dijadikan air mani (sperma) yang ada pada seorang laki-laki, setelah terjadi persemaian antara sperma (dari suami) dengan ovum/indung telur (dari istri), maka selanjutnya terjadi pembuahan di dalam rahim istri, kemudian menjadi janin yang tumbuh berkembang didalamnya hingga akhirnya menjadi manusia sempurna. Dalam hal ini Allah Ta’ala berfirman:

Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.

Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).

Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik. (Al-Mukminun: 12-14)

Proses terjadinya manusia merupakan peristiwa yang sangat menakjubkan, sebagai tanda keagungan sang Pencipta. Bermula dari ujud (benda) yang tak bernilai (sperma) lalu secara bertahap berubah menjadi janin (embrio), kemudian tumbuh menjadi segumpal darah hingga menjadi segenggam daging, selanjutnya tumbuh menjadi tulang belulang yang terbungkus oleh daging, hingga akhirnya sempurna dan lengkap dengan anggota badan yang tersusun rapi dan rumit, bahkan dilengkapi dengan akal pikiran, akal budi dan perasaan.

Semua proses tersebut terjadi dnegan kuasa Allah SWT., tanpa kita minta atau kita pesankan sebelumnya. Sebagai ungkapan atas peristiwa yang menakjubkan itu, ketiga ayat tersebut di akhiri dengan kalimat yang mengagungkan Allah Ta’ala.

Mengenai terjadinya janin hingga menjadi manusia yang sempurna. Rasulullah Saw., menyatakan proses yang terjadi pada kandungan dalam rahim, juga ditentukan kepastian (takdir) hidupnya, baik yang berkaitan dengan rezeki, masa hidup (ajal) hingga perilaku nanti di dunia. Semuanya telah ditetapkan di dalam rahim sebelum manusia dilahirkan:

Fase-fase manusia yang paling penting dan genting adalah tiga hari, yaitu saat dilahirkan, saat di cabut nyawanya (meninggal) dan saat di bangkitkan kembali dari alam kubur. Hal ini sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Ta’ala dalam surat Maryam :

Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali. (QS. Maryam: 15)

Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari Aku dilahirkan, pada hari Aku meninggal dan pada hari Aku dibangkitkan hidup kembali”. (QS. Maryam: 33)

Oleh karena itu, semestinya kita harus senantiasa memohon kepada Allah agar diselamatkan dari lirikan dan sentuhan setan pada hari kelahiran, pada hari kematian supaya selamat dari tercabut iman dan himpitan kubur, dan pada hari kebangkitan supaya selamat dari siksa dan murka Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: