Muslimin Sindangkerta

sukseskan wajib belajar 12 tahun

Bandung – Cirebon

Posted by musliminsindangkerta pada 6 Juli 2010

Hari Jum’at tanggal 02 Juli 2010, aku berangkat ke daerah perbatasan jawa Barat – Jawa Tengah. Tepatnya daerah Losari. Berangkat pukul 19.30 WIB dalam keadaan Gerimis setelah hujan ngageyer badag di tempatku.

Dalam perjalanan, aku selalu waspada dan hati-hati. Jelaslah, soalnya baru pertama aku melewati rute itu. Bandung – Sumedang – Cirebon – Losari merupakan jalur “poek” alias “gelap”. Saat masuk jalur Tanjungsari, wadddduuuuhhhh besar-besar mobilnya (gimana donk). Lebih hati-hati lah jadinya aku nyetir.

Gujrag gajrug, mobil goyang kiri-kanan… ternyata jalan sekitar cadas pangeran ancur banget, kaya kulit durian, akses jalan Sumedang – Bandung ternyata gak mulus kaya kulit Luna Maya. Otomatis over gigi ompong plus rem terus-terus biar gak seloyong jurang.

Setelah habis Sumedang, aku tancap gas ke arah Palimanan Cirebon. Ternyata akses jalan masih sama, bergelombang, korodok, haddduuuuhhh banyak lobang plus banyak kendaraan roda dobel alias truk dan bus. Akhirnya aku bergerak dengan kecepatan 60 kpj, dan mencoba untuk konsentrasi melalui jalur yang baru pertama kali aku lewati.

Aku lihat jam menunjukkan pukul 02.00 WIB, hmmm ternyata sudah dini hari dan aku baru sampai gerbang tol Plumbon 3 (rencana masuk via gerbang tol Palimanan, tapi kebablasan). Waaaaahhhh asyik juga masuk tol nih, pasti jalannya mulus kaya pipi Wulan Guritno. Aku tancap gas deh, ampe jarum spidometer nunjukin 90 kpj, akhirnya aku keluar lewat gerbang tol kanci sekitar pukul 02.30 WIB. Dan sampai ke tujuan pukul 04.00 WIB.

Pagi harinya sekitar pukul 10.00 WIB, aku tancap gas lagi untuk back home. Dengan catatan aku sudah tahu jalur pulang. Via cirebon kota dan masuk ke gerbang tol Plumbon 1 dan berencana keluar dari Palimanan. Ku geber dah mobil ampe 100 kpj, tapi ngedadak kaki ku nginjak rem. Wooowwww…… terkejut dah aku, jalan tol kanci yang baru diresmikan itu ternyata sudah gak layak lagi di pake, jalan bergelombang, keluar air dari jalan, dan banyak jalan yang sedang di perbaiki bikin perjalanan terganggu.

Akses jalan tol kanci yang menghubungkan perekonomian Jawa tengah dan Jawa Barat seperti habis di garfu. Melihat kondisi itu dalam hati aku bertanya. “kok jalan tol cepet rusak” siapa yang salah?? Pemerintah, kontraktor, ataukan PU? Hmmmmmmmmm gak tau deh sapa, yang jelas yang merasa bertanggung jawab lah yang harus segera memperbaiki jalan tersebut biar akses Pantura tidak menjadi hambatan berbagai pihak.

Di sisi lain, jalan-jalan kabupaten Cirebon yang di lalui pun mengalami kerusakan. Hmmmmm,,, gak jalan tol, gak jalan kabupaten, semuanya pada rusak.

Saya berharap, pemerintah setempat atau pihak yang terkait untuk lebih memperhatikan akses jalan tersebut>>> Bandung – Sumedang – Cirebon <<< karena jalur tersebut merupakan jalur penghubung antar kota dan kabupaten dan merupakan akses jalur perekonomian dan industri

2 Tanggapan to “Bandung – Cirebon”

  1. turungtung said

    kade atuh..

  2. ieu oge hati2 pisan.. meni parah jalan tol teh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: